
Usah ditanya di hamparan mana
Tika terlena melata berkelana
Sesayup angkasa pun pergi
Selembah turuni di mana berdiri
Mata tutup tak berhati
Bagai bahtera kemudi diuji
Garis tertentang imbanglah haluannya
Berulang renung lapis langit
Nipisnya ragaku
Bukalah kelopak kudus sinarmu
Dia kekasih kasihnya memutih
Dia tercinta hadirnya tiap tika
Luhurnya teguh paut hati berkata
Sanubari idam pelukannya
Bagai bertemu rahsia
Penawar gelita
Hadir dalam damai titis... siramnya
Sinar kealpaan bak pelangi
Indah penuh warna dusta noda mata
Jika selaut cinta tulislah kalimatnya
Pastikan surut meski selaut jua
Serlah cendala jiwa insankan seharusnya
Jaharkan syahdu detik sesaat itu
Bagai satu cerita tafsirlah sebaliknya
Cuba mencari makna apakah hakikatnya

No comments:
Post a Comment